Corporatewatch2007’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Inilah Para Penjahat Lingkungan (Kasus Lumpur Sidoarjo)

lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg

Derita warga Sidoarjo akibat semburan lumpur Lapindo belum juga usai. Sementara, para penjahat lingkungan hidup yang membuat kehancuran ekologi di Sidoarjo masih bebas berkeliaran. Siapakah para penjahat lingkungan hidup dalam kasus semburan lumpur Sidoarjo itu?

1. Bakrie Group

images.jpg

Keluaraga Bakrie melalui PT. Energi Mega Persada memiliki 50% saham di Blok Berantas yang kini menimbulkan bencana ekologi di Sidoarjo. PT. Energi Mega Persada nampak dominan karena disamping sebagai pemilik terbesar juga menempatkan anak perusahaannya Lapindo sebagai operator di blok Berantas.

Apa dosa Lingkungan PT. Energi Mega Persada?

Pertama, management PT.Energi Mega Persada melakukan kelalaian sehingga menimbulkan bencana semburan lumpur panas di Sidoarjo. Kelalian tersebut antara lain:

a. Melakukan pemboran sedalam 9.297 kaki (sekitar 2.833,7 meter) di dalam tanah tanpa menggunakan casing. Casing adalah pipa baja yang dilapisi semen untuk melindungi masuknya fluida ke dalam lubang sumur serta menghindari gugurnya dinding formasi (lapisan batuan) ke dalam lubang bor. Kelalaian tersebut adalah menjadi salah satu penyebab bencana lumpur panas di Sidoarjo. Padahal berdasarkan dokumen rapat teknis PT. Lapondo Berantas dan rekanan pada 18 Mei 2006 sudah diperingatkan untuk memasang casing sebagai selubung pengaman yang berdiameter 9 5/8 inci. Namun di lapangan Casing hanya dipasang pada kedalaman 3.580 kaki selanjutnya pengeboran sedalam 1.700 meter lebih pengeboran dibiarkan tanpa casing.

b. Mengabaikan temuan dari hasil penelitian ahli Geologi Huffco Kusumastuti yang telah dipublikasikan pada tahun 2002. Penelitian tersebut memperigatkan bahwa ada laisan lempung (slump) yang dapat bergerak dan labil. Bila lapisan itu ditembus secara vertikal, sudah diprediksi akan adanya ledakan lumpur panas. Oleh karenannya disarankan untuk melakukan pengeboran miring supaya terhindar dari lapisan lempung tersebut. Namun saran ini diabaikan oleh Lapindo Berantas dengan tetap melakukan pengeboran secara vertikal.

c. Melakukan serangkaian kebohongan publik yang mengatakan bahwa lumpur panas yang terjadi di Sidoarjo diakibatkan oleh bencana alam berupa gempa bumi di Jogjakarta yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 Skala Richter (SR). Beberapa pakar pun sudah membantahnya. Ir. Amin Widodo MT, pakar geologi dari ITS membongkar kebohongan publik Lapindo tersebut. Menurutnya, jika memang karena gempa, Blow out (aliran minyak, gas dan lumpur yang tidak bisa dikendalikan di dalam pipa pemboran atau lubang sumur dan menimbulkan ledakan atau nyala api di permukaan) bisa dimungkinkan bila efek gempa Jogjakarta yang mencapai Porong berkekuatan 6 SR. Kenyataanya efek gempa hanya tinggal 2,2 SR. Bantahan terhadap kebongan publik PT. Lapindo juga datang dari Prof Mori, ilmuwan dari Jepang. Menurut Prof Mori, posisi lumpur Lapindo di Sidoarjo jauh di luar episentrum gempa Jogja. Artinya, dengan kekuatan gempa 6,3 SR pun tidak akan menimbulkan pengaruh atau kerusakan yang berarti di Porong-Sidoarjo.

2. TIM Task Force Bencana Lumpur ITS Surabaya

its.jpg

Dosa lingkungan yang dilakukannya adalah mengusulkan pembuangan lumpur ke kali Porong yang merupakan sungai utama di Sidoarjo. Akibatnya, DAM Lengkong yang ada di hulu (Mojokerto) harus dibuka. Padahal DAM ini memasok kebutuhan air bagi sawah, tambak, industri, pemukiman dan Jasa Tirta di Mojokerto dan Sidoarjo. Jika DAM tersebut dibuka maka masyarakat yang terkait dengan DAM Lengkong akan dirugikan. Selain itu, jika lumpur menutupi sungai maka lambat laun kapasitas sungai akan menurun. Akibatnya, pada musim penghujan kota Sidoarjo akan tenggelam.

TIM Task Force Bencana Lumpur ITS Surabaya juga mengabaikan bahwa lumpur Lapindo merupakan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya). Hal itu dibuktikan dengan investigasi Walhi Jatim yang mencatat kematian ikan-ikan di saluran irigasi sehari setelah blow out pertama terjadi. Temuan itu diperkuat oelh Guru Besar Kesehatan Lingkungan FKM Univ. Airlangga Prof Mukono dan Kepala RS Bayangkara Kompol PP Hadi Wahyono.

Note: diolah dari buku Konspirasi Di Balik Lumpur Lapindo, Dari Aktor Hingga Strategi Kotor

Oktober 8, 2007 - Ditulis oleh corporatewatch2007 | Uncategorized | | & Komentar

& Komentar »

  1. Menurut saya, seharusnya kasus lupur lapindo ini hrs cpt ditanggulangi dgn benar,, karna sudah terlalu byk yg mnjadi korban dalam kasus ini

    Komentar oleh Putry | Oktober 20, 2007

  2. udah masalah bersam bagi bangsa ga usah di bikin ruwet…. hindari aja tuh saling tuduh yang harus di lakukan sekarang hanya saling memberi saran dan berfikir bersama bagaimana cara penanggulangan lumpur lapindo ini…. setiap bangsa pasti juga punya masalah jangan di liat sebelah mata saja bukan hanya para pemerintah dan petinggi negara yang harus memikirkan ini semua juga wajib kalo perlu adain tuh wajib militer biar moral bangsa ini tidak terpuruk dan mampu merasakan penederitaan orang lain saling tuduh dan lempar tanggung jawab ga ada gunanya mending duduk bersama bermusyawarah yang terbaik bagi setiap umat yang ada di Indonesia ini bagi korban juga jangan hanya bisa menyalahkan harus juga diikuti pemikiran yang sehat masalah ganti rugi pasti dibayar jika korban menuntut dengan wajar dan tanpa mengedepankan emosi sekali lagi…..

    itu aja uneg2 q selama ini….
    kalo bangsa ini tidak sadar dengan yang ada di sekilingnya maka jati diri bangsa akan mudah raib gtu aja

    Komentar oleh angga | Januari 8, 2008

  3. Kalau menurut pendapat saya bukan lagi harus ada Tim atau Tom tentang lumpur lapindo yg ujung-ujungnya menelan dana milyaran rupiah. Kalau pemerintah mau hanya dengan mengevakuasi seluruh masyarakat yang ada, jangan melihat peta wilayah bagian yang terendam melainkan seluruhnya, kemudian gunakan kekuatan TNI untuk mengoperasikan alat militer berkoordinasi dengan instansi terkait, ciptakan sejenis bom yang dapat menghentikan aliran lumpur dari dasarnya atau menjadi kubah/waduk yang akan menuntaskan semburan lumpur, ibarat air dalam selang bila ditahan akan mencari jalan keluar yang pada akhirnya di setiap rumah penduduk keluaran semburan baru, namun bila di perlebar pada titik semburan maka semakin cepat lumpur yang keluar dan menuntaskan sumber dari lumpur.

    Komentar oleh pray | Februari 12, 2008

  4. Maaf sedikit menyimpang jangan heran pemerintah qta itu memang berengs*k, sdh bnyk kebijakan yg di buat cuma menyakiti hati rakyat dan hanya utk menguntungkan bagi gol kepentingan tertentu…..yg tentu saja dilihat dr segi ekonomi….belum selesai masalah satu “dibuat” masalah laen yg tdk kalah heboh, maklum pemerintah qta jago kalo soal gini..P. Jawa-Bali akan defisit listrik krn pasokan batubara dr kalimantan berkurang akibat kapal yg tdk bisa berlayar dihadang tingginya ombak….ujung2nya pembentukan opini di masy bahwa memang yg dikatakan anj*ng2x yg duduk di pemerthan bahwa qta sudah perlu NUKLIR sbg pembangkit utk mencukupi mslh listrik jawa-bali agar tdk bergantung dgn pasokan batubara……ada

    -Otakmu dimana wahai pemerintah, Kalimantan khusunya kalimantan timur sdh bertahun-tahun mengalami pemadaman listrik bergiliran setiap harinya!!!!sedangkan kekayaan alam kalimantan dan pulau2 lain kalian keruk habis2an cuma utk mencukupi kebutuhan jawa, apakah itu yg namanya keadilan?????mungkin sdh saatnya pemerintah “me-refresh” kembali tujuan negara ini ato memang sudah saatnya kami dr kaum yg dirugikan dr Republik ini utk segera melakukan perlawanan, utk MERDEKA!!!

    -Soal nuklir, mengapa tdk mengembangkan ato menggunakan tenaga surya(matahari), daerah tropis tentu memiliki kekayaan ini berlimpah dan tentu saja gratis.

    -Satu kata buat pemerintah indonesia, BERENGS*K!!

    Komentar oleh Pongo Pygmaeus | Maret 8, 2008

  5. Artikel yang bagus dan berani. Perlu lebih banyak dan lebih sering disuarakan pandangan-pandangan kritis seperti ini.

    Aku juga baru memposting artikel mengenai sikap pemerintah yang pro-kapitalis dan menghianati rakyat yang menjadi korban lumpur panas lapindo sidoarjo :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/05/25/dua-tahun-bencana-lapindo-pidato-presiden/

    terima kasih

    Salam Merdeka

    Komentar oleh Robert Manurung | Mei 25, 2008

  6. lasu kau pencuri,pembunuh makan itusemua

    Komentar oleh haris | Juni 3, 2008


Tinggalkan komentar